ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG PADA LAHAN SAWAH DAN TEGALAN DI KECAMATAN ULAWENG, KABUPATEN BONE SULAWESI SELATAN

Abd. Gaffar Tahir, Andi Faisal Suddin

Abstract


Jagung (Zea mays) merupakan salah satu komoditas strategis karena merupakan bahan makanan penghasil karbohidrat kedua setelah padi. Permasalahan utama dalam usahatani jagung adalah rendahnya produksi jagung. Ini disebabkan kepemilikan luas lahan yang terbatas oleh petani serta penggunaan benih dan pupuk yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pendapatan petani dari usahatani jagung, baik yang di lahan sawah maupun di lahan tegalan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan mulai Oktober sampai Desember 2016. Penentuan responden dilakukan secara acak sederhana sebanyak 64 orang petani dari populasi petani jagung sebanyak 186 orang. Responden dibagi menjadi dua kategori yaitu petani lahan sawah dan tegalan yang masing-masing berjumlah 32 orang. Data terdiri dari data primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui kegiatan yang berkaitan dengan usahatani jagung diuraikan secara deskriptif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan analisis fungsi produksi dan efisiensi penggunaan faktor produksi, analisis pendapatan usahatani dan analisis imbangan penerimaan dan biaya (R/C ratio analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usahatani jagung di lahan sawah relatif lebih besar dibandingkan lahan tegalan. Analisis rasio R/C, usahatani jagung lahan sawah maupun lahan tegalan menguntungkan (rasio R/C > 1). Namun demikian, rasio R/C lahan tegalan lebih tinggi dibandingkan rasio R/C lahan sawah.

Keywords


pendapatan; usahatani; jagung; sawah; tegalan

References


Amirullah dan P. Tandisau. 2005. Studi indentifikasi kebutuhan teknologi jagung spesifik lokasi lahan kering di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Jagung 2005. Suyamto et al. (Dewan Redaksi). Puslibangtan. Hal. 814- 819.

Badan Litbang Pertanian. 2007. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jagung (Edisi Kedua). Badan Penelitian dan Pertanian, Deptan. hal 57.

Budiman, Haryanto. 2012. Budidaya Jagung Organik. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Departemen Pertanian RI. 2004. Rencana Strategis Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian 2005 - 2009. Jakarta: Departemen Pertanian RI.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan. 2014. Perkembangan tanam, panen, produksi dan produktivitas tanaman pangan di Prov. Sulawesi Selatan. Distan Hort Sulawesi Selatan.

Ditjentan. 2010. Road Map Swasembada Jagung 2010-2014. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Djulin, A M., N. Syafaat, dan Kasryno. 2005. Perkembangan Sistem Usahatani Jagung. Dalam Kasryno et al. (Editor). Ekonomi Jagung Indonesia. Jakarta (ID): Badan Litbang Pertanian. 73-99.

Purwono dan Hartono. 2005. Bertanam Jagung unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

Soekartawi. 1986. Ilmu Usahatani dan Penelitian untuk Pengembangan Petani Kecil. UI-Press. Jakarta.

Suprapto dan H. A. R. Marzuki. 2005. Bertanam Jagung. Penebar Swadaya. Jakarta.

Zubachtiroddin, Pabbage MS, dan Subandi. 2007. Wilayah Produksi dan Potensi Pengembangan Jagung. Dalam Jagung Teknik Produksi dan Pengembangan. Badan Litbang Pertanian, Puslitbangtan, Hal 462−473.




DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v6i1.208

Article Metrics

Abstract view : 105 times
ARTICLE (Indonesian) - 581 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Index by:

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113

e-pos (surel): jgt@jurnalpertanianumpar.com