KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Epinephelus sp.) SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI KECAMATAN MONANO

Meriyanti Ngabito, Nurul Auliyah

Abstract


Pemanfaatan sumberdaya alam pesisir yang optimal seharusnya dilakukan pada lokasi-lokasi yang sesuai. Perairan Kecamatan Monano sebagai salah satu wilayah yang memiliki sumberdaya pesisir dan laut yang cukup melimpah sangat potensial untuk pengembangan budidaya laut khususnya untuk budidaya ikan Kerapu (Epinephelus sp.) pada Keramba Jaring Apung (KJA). Informasi berupa data mengenai kelayakan lokasi yang menjadi salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu usaha budidaya belum tersedia. Oleh karena itu perlu adanya kajian ilmiah yang bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya Ikan Kerapu sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Kecamatan Monano. Pengambilan data dilakukan pada delapan stasiun yang ditentukan secara purposive sampling dari pengamatan secara langsung di lapangan dan pengamatan kualitatif melalui interpretasi image satellite google Kecamatan Monano Kabupaten Gorontalo Utara, sehingga diperoleh gambaran umum lokasi dan kondisi biofisik perairan. Pengukuran parameter lingkungan dan kualitas air dilakukan secara insitu dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel air dilakukan sesuai petunjuk Effendi (2003). Analisis data menggunakan modifikasi matriks kesesuaian, indeks kesesuaian dan kelas kesesuaian kemudian dianalisis secara spasial dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan program Arc GIS 10.3.1. Berdasarkan peta kesesuaian lahan, diperoleh luas lahan yang sangat sesuai untuk budidaya ikan kerapu sistem keramba jaring apung adalah 417 ha. Sedangkan yang cukup sesuai adalah 2496 ha.

Keywords


kesesuaian lahan; keramba jaring apung; ikan kerapu

References


Adipu Y, Lumenta C, Kaligis E, Sinjal HJ. 2013. Kesesuaian Lahan Budidaya Laut Di Perairan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 9 (1) :19-26.

Akbar dan Sudaryono. 2000. Pembenihan Dan Pembesaran Kerapu Bebek. PT. Penebar Swadaya. Jakarta.

Amin AM. 2001. Penataan ruang kawasan pesisir. Pustaka Ramadhan. Bandung.

Beveridge M. 1991. Cage Aquaculture, Fishing News Books. USA. Elsevier. Amsterdam. 264 p.

Boggs, S. Jr. 2009. Petrology of sedimentary rocks, 2nd ed. Cambridge University Press. Cambridge. 600 p.

Buitrago, J., Rada, M., Hernandez, H., Buitrago, E., 2005. A Single-Use Site Selection Technique , Using GIS , for Aquaculture Planning : Choosing Locations for Mangrove Oyster Raft Culture in Margarita Island , Venezuela. Environmental Management 35 (5), 544–556. doi:10.1007/s00267-004-0087-9.

Chou, R. Lee, H.B., 1997. Commercial Marine Fish Farming in Singapore. Aquaculture Research 28, 767–776.

Cloern, J.E., 2001. Our Evolving Conceptual Model of the Coastal Eutrophication Problem. Marine Ecology Progress Series 210, 223–253.

Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Bogor.

Effendi I. 2004. Pengantar akuakultur. Jakarta. PT Penerbit Swadaya.

FAO, 1989. Site Selection Criteria for Marine Finfish Netcage Culture in Asia. FAO, Rome. 16p.

Ghani, A. A., Hartoko. R., Wisnu. 2015. Analisa Kesesuaian Lahan Perairan Pulau Pari Kepulauan Seribu Sebagai Lahan Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus Sp.) Pada Keramba Jaring Apung Dengan Menggunakan Aplikasi SIG. Journal of Aquaculture Management and Technology. 4 (1), 54-61.

Hasnawi. A., Mustafa. M., Paena. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Budidaya Ikan Dalam Keramba Jaring Apung Di Perairan Pesisir Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat. Jurnal Riset Akuakultur 6 (1), 157-167.

Hartoko, A. dan K. Alexander. 2009. Spatial Modeling for Marine Culture Site Selection Based on Ecosystem Parameters at Kupang Bay, East Nusa Tenggara-Indonesia. International Journal of Remote Sensing and Earth Science. 6 (3) : 57 – 64.

Hartoko, A. dan M. Helmi. 2004. Development of Digital Multilayer Ecological Model for Padang Coastal Water (West Sumatera). Journal of Coastal Development. Vol 7.No 3 hal 129-136.

Hutabarat, S dan S.M, Evans, 2000. Pengantar Oseanografi. Universitas Indonesia Press Jakarta.

Jumadi, W. 2011. Penentuan Kesesuaian Lahan Keramba Jaring Apung Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Pulai Panggang Kepualauan Seribu. [Skripsi]. Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, 75 hlm.

KKP Dirjen Perikanan Budidaya. 2011. Profil Ikan Kerapu Indonesia. Direktorat Produksi. Jakarta, 133 hlm.

Kordi, M.G.K., 2011. Marikultur Prinsip dan Praktik Budidaya Laut, 1st ed. Penerbit ANDI, Yogyakarta. p 616.

Landau, M. 1995. Introduction to Aquaculture. John Willey & Sons, Inc. New York. Pgs 440.

Loka, J., Vaidya, N.G., Philipose, K.K., 2012. Site and species selection criteria for cage culture, in: Philipose, K.K., Loka, J., Sharma, S.R.K., Damodaran, D. (Eds.), Handbook on Open Sea Cage Culture. Central Marine Fisheries Research Institute, Calicut, India, p. 143.

Mayunar, Purba R, Imanto PT. 1995. Pemilihan Lokasi Budidaya Ikan Laut in Prosiding Temu Usaha Pemasyarakatan Teknologi Keramba Jaring Apung Bagi Budidaya Laut. Badan Litbang Pertanian, Jakarta. pp. 179–189.

Raharjo, S. 2008. Pemilihan Lokasi Budidaya Rumput Laut. Departemen Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Balai Budidaya Air Payau. Takalar.

Ramelan, H.S. 1998. Pengembangan budidaya ikan Laut di Indonesia. dalam : Kumpulan Makalah Seminar Teknologi Perikanan Pantai. Denpasar 6-7 Agustus, 1998. Balitbang Departemen Petanian dan JICA. 1-37.

Salindeho, I.R.N. 2003. Laporan Projek Adaptive Research and Extension 2003 di Kabupaten Boalemo, Prov. Gorontalo. Bappeda Boalemo. 100 hal.

Soehadi, I. 2014. Evaluasi Kesesuaian Kawasan untuk Budidaya Ikan Kerapu (Studi Kasus Perairan Pulau Semujur Kabupaten Bangka Tengah). Tesis. Program Pasca Sarjana IPB. Bogor.

Sunyoto P. 1996. Pembesaran Kerapu Dengan Keramba Jaring Apung. Edisi IV. PT. Penebar Swadaya. Jakarta. 65 pp.

Susana, T., 2004. Sumber Polutan Nitrogen dalam Air Laut. Oseana XXIX (3), 25–33.

Szuster, W.B., Albasri, H., 2010. Site Selection for Grouper Mariculture in Indonesia. International Journal of Fisheries and Aquaculture. 2 (3), 87–92.

Yulianto, H., 2012. Analisis Kesesuaian dan Luasan Perairan Budidaya Laut Berdasarkan Peubah Ekosistem di Perairan Teluk Lampung. Tesis. Program Studi Magister Manajemen Sumberdaya Pantai. Universitas Diponegoro. Semarang. p 116.

Yulianto, H., N. Atiasari, Abdullah, dan A. Damai. 2015. Analisis Daya Dukung Perairan Puhawang Untuk Kegiatan Budidaya Sistem Karamba Jarring Apung. Aquasains J. Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan, 3(2):259- 264.

Yusuf M. 2013. Analisis Kesesuaian Lokasi Untuk Budidaya Laut Berkelanjutan Di Kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Jurnal Ilmu Kelautan. 8(1):20-29.




DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v7i3.377

Article Metrics

Abstract view : 98 times
ARTICLE (Indonesian) - 141 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index by:

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113

e-pos (surel): jgt@jurnalpertanianumpar.com