TINGKAT KECERNAAN PROTEIN DAN ENERGI METABOLIS PADA BIJI DURIAN DENGAN METODE PEREBUSAN SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF AYAM BROILER

Lilik Krismiyanto, Istna Mangisah, Nyoman Suthama

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengkaji kecernaan protein dan energi metabolis pada biji durian yang direbus untuk yang diberikan sebagai pakan alternatif ayam broiler. Sejumlah 30 ekor ayam broiler dengan bobot badan 1.476,75 ± 21,15 g, tepung biji durian, penampung ekskreta, serta alat force feeding digunakan pada penelitian ini. Rancangan penelitian menggunakan uji pembanding (t-tes) dengan masing-masing perlakuan diisi 15 ekor. Perlakuan yang diterapkan meliputi T0=Tepung biji durian tanpa perebusan dan T1=Tepung biji durian dengan perebusan 30 menit. Parameter yang diukur adalah nilai energi metabolis murni dan kecernaan protein kasar. Data dilakukan uji t-tes pada probabilitas 5%. Berdasarkan uji t-tes diperoleh hasil bahwa pemberian tepung biji durian secara tunggal dengan perebusan selama 30 menit berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein dan energi metabolis pada ayam broiler. Kesimpulannya adalah tepung biji durian yang direbus selama 30 menit (T1) mampu meningkatkan energi metabolis, sehingga dapat menjadi alternatif sebagai sumber energi pada pakan ayam broiler.

 

Kata kunci : ayam broiler; biji durian; energi metabolis; protein kasar; ekskreta.

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The study aims to examine the protein digestibility and metabolic energy in boiled durian seeds as alternative feeds for broiler chickens. A total of 30 broiler chickens with body weight of 1,476.75 ± 21.15 g, durian seed flour, excreta container, and force feeding were used in this study. The study design used a comparative test (t-test) with each treatment filled 15 tails. The treatments applied included T0 = durian seed flour without boiling and T1 = durian seed flour with 30 minutes boiling. The parameters measured were pure metabolic energy values and crude protein digestibility. Data were performed t-test at a probability of 5%. Based on the t-test results obtained that giving of durian seed flour singly by boiling for 30 minutes had a significant effect (P <0.05) on protein digestibility and metabolic energy in broilers. The conclusion were durian seed flour that was boiled for 30 minutes (T1) can increase metabolic energy, so that it can be an alternative source of energy in broiler chicken feed.

 

Keywords: broiler chicken; durian seeds; metabolic energy; crude protein; excreta.


Keywords


ayam broiler; biji durian; energi metabolis; kecernaan protein.

References


Aisyah, Y., Radiansyah & Muhaimin. 2014. Pengaruh pemanasan terhadap aktivitas pada beberapa jenis sayuran. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia 6 (2): 1-6.

Association of Official Analytical Chemists (AOAC). 2. Official Methods of Analysis of the association of official anality of chemists. AOAC. US. 80p.

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2018. Produksi Durian Dari Berbagai Provinsi. Kementerian Pertanian, Jakarta.

Chaidir, A. 2006. Kajian rumput laut sebagai sumber serat alternatif minimum berserat. IPB, Bogor.

Gorde Yase Mas, I. K. 2009. Analisis Statistika dalam Percobaan Satu Faktor untuk Ilmu Peternakan. Edisi Pertama. Laboratorium Biometrika Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Semarang.

Lehninger, A. 2009. Dasar-dasar Biokimia Jilid I. Erlangga, Jakarta.

Lestari, I. & E. S. Lavenia. 2017. Penetuan karbohidrat pada pisang kepok kuning atau putih sebelum dan sesudah direbus untuk dikonsumsi penderita diabetes mellitus. Jurnal Sains 7 (13): 41-47.

Nurjanah, A. M. Jacoeb, T. Hidayat & R. Chrystiawan. 2018. Perubahan komponen serat rumput laut Caulerpa sp. (dari tual Maluku) akibat proses perebusan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropika 10 (1): 35-48.

Pagarra, H. 2011. Pengaruh lama perebusan terhadap kadar protein tempe kacang tunggak (Vigna unguiculata). Bionature 12 (1): 15-20.

Rahmawati, R. & W. D. R. Putri. 2013. Karakteristik ekstrak kulit jeruk bali menggunakan metode ekstraksi ultrasonik (kajian perbandingan lama blansing dan ekstraksi). Jurnal Pangan dan Agroindustri 1(1): 26-35.

Wolynetz, M. S. & I. R. Sibbald. 1984. Relationships between apparent and true metabolizable energy and the effects of a nitrogen correction. Poultry Science 63 (7): 1386-1399.

Yulianti, S., Ratman & Solfarina. 2015. Pengaruh waktu perebusan biji nangka (Artocapus heterophyllus Lamk) terhadap kadar karbohidrat, protein dan lemak. Jurnal Akademika Kim 4 (4): 210-216.




DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v8i3.449

Article Metrics

Abstract view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index by:

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113

e-pos (surel): jgt@jurnalpertanianumpar.com