PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI DUA JENIS SAWI MENGGUNAKAN PERBEDAAN NUTRISI SECARA AEROPONIK

Selvy Isnaeni, Nasrudin Nasrudin

Abstract


Permintaan konsumen terhadap kebutuhan sawi di Indonesia semakin meningkat. Upaya untuk memproduksi sawi menggunakan sistem aeroponik dengan pemanfaatan nutrisi yang tepat dosis dan jenis. Tujuan penelitian untuk mengetahui jenis nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi dua jenis sawi pada sistem aeroponik. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis sawi terdiri atas dua taraf yaitu pakcoy dan pagoda. Faktor kedua yaitu nutrisi yang digunakan terdiri atas tiga taraf yaitu AB mix, pupuk organik cair, dan pupuk daun. Jenis sawi menunjukkan perbedaan signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi menggunakan sistem aerponik. Penggunaan nutrisi yang berbeda memberikan perbedaan nyata terhadap seluruh variabel pengamatan, yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, warna daun, panjang akar, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman. Penggunaan sawi jenis pakcoy memberikan pertumbuhan dan produksi sawi terbaik dibandingkan sawi jenis pagoda. Pemberian nutrisi AB mix pada tanaman sawi mampu memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik dibandingkan pemberian nutrisi pupuk organik cair maupun pupuk daun. Hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, berat kering dan panjang akar terdapat pada perlakuan nutrisi AB mix dengan jenis sawi pakcoy. Variabel warna daun terbaik terdapat pada perlakuan nutrisi AB mix dengan jenis sawi pagoda.

Consumer demand for mustard needs in Indonesia is increasing. Efforts to produce mustard greens use an aeroponic system to utilize nutrients in dosage and type correctly. The study aimed to determine the proper type of nutrition for the growth and production of two mustard greens in an aeroponic system. This study used a completely randomized design with two factors. The first factor is the type of mustard which consists of two levels, namely pakcoy and pagoda. The second factor to consider is the nutrition applied at three different levels: AB mix, liquid organic fertilizer, and foliar fertilizer. Mustard greens grew and produced significantly differently when grown in an aeroponics system. Other nutrients greatly affected all observed variables, including plant height, leaf number, leaf color, root length, fresh plant weight, and dry plant weight. The use of pakcoy mustard provides the best growth and production of mustard greens compared to pagoda-type mustard. Giving AB mix nutrition to mustard greens can provide the best growth and production compared to nutrition from liquid organic fertilizers and foliar fertilizers. The AB mix nutritional treatment with pakcoy mustard produced the best results in plant height, leaf number, wet weight, dry weight, and root length. AB mix nutritional showing the best leaf color variable with pagoda mustard greens.

 


Keywords


aeroponik; nutrisi; produksi; sawi

References


Erawan, D., Yani, W.O., dan Bahrun, A. 2013. Growth and yield of mustard (Brassica juncea L. .) under various dosages of urea fertilizer. Jurnal Agroteknos. 3(1): 19-25.

Faisal, W.A., Mulyana, A., dan Hartaman, A. 2019. Kontrol dan monitoring budidaya sayuran dengan metode aeroponik berbasis mikrokontroler. Proceeding of Applied Science. 5(1): 223-234.

Furoidah, N. 2018. Efektivitas penggunaan AB mix terhadap pertumbuhan beberapa varietas sawi (Brassica sp.). Prosiding Seminar Nasional UNS. 2(1): A239-A246.

Pohan, S.A., dan Oktoyournal, O. 2019. Pengaruh konsentrasi nutrisi A-B mix terhadap pertumbuhan caisim secara hidroponik (drip system). Lumbung, 18(1), 20–32. https://doi.org/10.32530/lumbung.v18i1.179

Pratiwi, P.R., Subandi, M., dan Mustari, E. 2015. Pengaruh tingkat EC (electrical conductivity) terhadap pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea L.) pada sistem instalasi aeroponik vertikal. Jurnal Agro. 2(1): 50-55. https://doi.org/10.15575/163

Rosmala, A., Isnaeni, S., dan Permadi, D. 2020. Respon pertumbuhan dan keragaan warna tanaman honje aksesi Tasikmalaya terhadap perlakuan nutrisi hidroponik. Agrosintesa Jurnal Ilmu Budidaya Pertanian. 3(1): 31. https://doi.org/10.33603/jas.v3i1.3762

Saepuloh, Isnaeni, S., dan Firmansyah, E. 2020. Pengaruh kombinasi dosis pupuk kandang ayam dan pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil pagoda (Brassica narinosa L.). Agroscript. 2(1): 34-48.

Sesanti, R.N., dan Sismanto. 2016. Pertumbuhan dan hasil pakchoi (Brasicca rapa L.) pada dua sistem hidroponik dan empat jenis nutrisi. Jurnal Kelitbangan. 4(1): 1-9.

Siregar, S.L.H., dan Rivai, M. 2019. Monitoring dan kontrol sistem penyemprotan air untuk budidaya aeroponik menggunakan node MCU ESP8266. Jurnal Teknik ITS. 7(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v7i2.31181

Syifa, T., Isnaeni, S., dan Rosmala, A. 2020. Effect of inorganic fertilizer type of the growth and yield of pagoda. Agroscript. 2(1): 21-33.




DOI: http://dx.doi.org/10.31850/jgt.v10i1.715

Article Metrics

Abstract view : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Index by:

------------------------------------------------------------------------------

Creative Commons License
This Jurnal Galung Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

JGT diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare.

Kampus II, Jl. Jend. Ahamad Yani KM. 6 Parepare Sulawesi Selatan 91113

e-pos (surel): jgt@jurnalpertanianumpar.com