Pemanfaatan Pupuk Organik Plus Batubara (Baraplus) pada Beberapa Varietas Jagung Manis di Lahan Ultisol

Authors

  • Neni Marlina Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama Palembang
  • M Midranisiah Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama
  • S Syafrullah Universitas Muhammadiyah Palembang
  • Harapin Hafid Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.31850/jgt.v11i1.827

Keywords:

sub-optimal land, organic fertilizer plus coal, variety, sweet corn

Abstract

Ultisol as agricultural land has low fertility which is characterized by pH, cation exchange capacity, nutrient availability, and very low organic matter content, thus inhibiting plant growth and production. To overcome the low productivity of these ultisols, it is necessary to improve soil fertility, which includes improving the physical, chemical, and biological properties of the soil. Soil fertility can be improved by using organic fertility plus coal (baraplus) which contains nutrients N, P, K, and micronutrients as well as using high-yielding varieties. This research was conducted in Sukarame sub-district, Palembang city starting from October to December 2018. Research method using field experiment method. Lay out the chart in the field using a spit plot with 9 treatment combinations repeated 3 times. The main plot, namely the types of varieties: bonanza, sweet boy, master sweet. As sub-plot, namely the dose of organic fertilizer plus: 500kg/ha, 1000 kg/ha, 1500 kg/ha. The results showed that the treatment with a dose of organic fertilizer plus 1500 kg/ha with the master sweet variety resulted in the highest production of 8.42 kg/plot or the equivalent of 22.45 tons/ha.

Author Biographies

Neni Marlina, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama Palembang

Agroteknologi Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palembang

M Midranisiah, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama

Agroteknologi Budidaya Pertanian, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Sriwigama

S Syafrullah, Universitas Muhammadiyah Palembang

Agroteknologi Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palembang

Harapin Hafid, Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara

Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan, Universitas Halu Oleo Sulawesi Tenggara

References

Ariskun, N.Marlina dan Syafrullah. (2017). Pengaruh Jenis Formula dan Takaran Pupuk Organik Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Strut). Jurnal Klorofil Xll (2) : 105-107.

Auliarahman, H. (2010). Pengaruh Sifat Fisik Dan Struktur Mineral Batu Bara Lokal terhadap Sifat Pembakaran (online). (http://harizonaauliarahman.blogspot.com/2010/07/batubara.html, diakses tanggal 1 Januari 2012).

Badan Pusat Statistik.(2020). Produksi Tanaman Jagung Menurut Propinsi. Badan Pusat Statistik.

Hardjowigeno, S.(2010). Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.

Lakitan B. (2010). Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. RajaGrafindo, Jakarta.

Lingga, P, dan Marsono. (2010). Petunjuk Pengunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mardhiah H, E Hayati, dan D Nurfandi. (2011). Pengaruh Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Pertumbuhan Beberapa Varietas Jagung Manis di Lahan Tsunami. J. Floratek 6, 74 - 83. Marschener, H. (1989). Mineral Nutrition of Higher Plant. Akademic Press. London.

Ningsih,N.D, N.Marlina dan E.Hawayanti. (2015). Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Jurnal Klorofil X (2) : 93-100.

Novizan (2001). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Tanggerang.

Nulhakim L, dan Hatta M. (2008). Pengaruh Varietas Kacang Tanah dan Waktu Tanam Jagung Manis terhadap Pertumbuhan dan Hasil pada Sistem Tumpang sari. Jurnal Floratek. 3:19-25.

PLTB Bukit Asam (1993). Hasil Analisis Abu Sisa Pembakaran Batubara. PTBA. Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Polii MGM & S Tumbelaka (2012). Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L.) pada Beberapa Dosis Pupuk Organik. Eugenia 18(1):56-64.

PT Bina Sawit Makmur. (2018). Analisis Tanah dan Pupuk. Palembang.

Sadjad, S. (1993). Kuantifikasi Metabolisme Benih. Gramedia, Jakarta.

Sofia, I, Asritanarni M dan Mhd. Sofyan (2014). Pengaruh Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Jurnal Agrium Vol 18. (3). 209.

Subagyo, H. N. Suharta, dan A.B. Siswanto (2004). Tanah-tanah Pertanian di Indonesia. Hlm. 21-66. dalam A. Adimihardja, L.I. Amien, F. Agus, dan D. Djaenudin (Ed.). Sumberdaya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat, Bogor .

Subandi dan Zubachtirodin (2005). Teknologi Budidaya Jagung Manis Berdaya Saing Global. Bogor.

Syafruddin, Nurhayati, dan W. Ratna. (2012). Pengaruh jenis pupuk terhadap Pertumbuhan dan hasil Beberapa Varietas Jagung Manis. J.Floratek 7:107-114.

Syafrullah (2015). Sistem Pertanian Organik. Noer fikri, Palembang.

Syafrullah dan N Marlina (2015). Nutrisi Tanaman Alami. Tunas Gemilang, Palembang.

Published

10-04-2022

Issue

Section

Articles