Budidaya Sugar apple(Srikaya) new variety di Bejana Gelap

Authors

  • Yudi Anto

DOI:

https://doi.org/10.31850/jgt.v6i2.882

Keywords:

srikaya, pertanian, agribisnis

Abstract

Alangkah senang hati Tryman Sutandya. Srikaya new varietas koleksi dalam pot memamerkan buah. Pada dahan-dahan pohon setinggi 1,5 m itu bergelantungan 10 buah berwarna hijau pucat. Saat matang ditandai kulit kekuningan , buah dipanen dengan penuh sukacita. Itu kali kedua srikaya genjah itu berbuah. Panen pertama 3 bulan sebelumnya dipetik 4 buah. Waktu itu umur tanaman 2 tahun dari bibit asal susuan. Tabulampot Annona squamosa rajin berbuah juga Mitrausahatani lihat di kediaman Yos Sutikno di Sentul Bogor. Sejak pertama kali panen pada 2005, buah muncul sambung-menyambung. Menurut Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak, Jawa Tengah, new varietas memang unggul. Umur berbuah genjah. Bibit asal susuan belajar berbuah pada umur setahun; dari biji, 3 tahun. Delima bintang sebutan srikaya di Aceh pun tak pelit buah. Dari tanaman berumur 3 tahun dipetik 12—15 buah berbobot rata-rata 600 g. Pantas dengan sifat cepat dan rajin berbuah, anggota famili Annonaceae itu pas dijadikan tabulampot. Suka matahari Supaya tabulampot atisu walanda sebutan di Minahasa unggul itu prima berbuah di pot, ada perlakuan tertentu. “New varietas butuh cukup air tapi tidak mau tergenang,” kata Yos Sutikno. Makanya pemilihan media penting. Yos menggunakan campuran media sekam bakar, sekam mentah, tanah liat, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Sementara Tryman menggunakan media kombinasi tanah liat dan sekam bakar dengan proporsi seimbang. Dengan begitu media porous sehingga air mudah lewat. Sebelum media dimasukkan ke pot, tambahkan tumpukan styrofoam supaya drainase makin lancar. Yos memilih wadah pot berbahan plastik berwarna gelap supaya tahan lama. Tryman menggunakan bejana air berukuran 250 ml yang dibelah menjadi 2 bagian. Selain media, penambahan hara juga krusial. Tryman memberikan 1 sendok teh pupuk NPK seimbang—setara 5 gram. Pupuk dilarutkan dalam 2 liter air dan diaduk bersama 15 ml minyak ikan dan 0,5 sendok teh vitamin tumbuhan mengandung mineral dan unsur hara mikro. Campuran itu disiramkan ke media setiap bulan. Setiap kali campuran media berkurang terlihat dari akar tanaman yang muncul pria berkacatamata itu menambahkan 1 jerigen pupuk kandang asal kotoran sapi dan kambing sekitar 3 kg. Yos memilih durasi pemupukan per 2 bulan dengan dosis 1 sendok makan kira-kira 5 g per tanaman. New varietas suka panas, tapi butuh air banyak. Jadi sarkaja nama di Madura itu diletakkan di tempat terkena sinar matahari penuh. Tryman memajang tabulampot new varietas di teras atas rumah. Di sana srikaya terkena sinar matahari sepanjang hari. Penyiraman setiap pagi dan sore hingga media basah. Kurang air menyebabkan daun menguning. Sandingkan lokal Bila tanaman masih malas berbuah, dilakukan pemangkasan cabang. Dengan dipangkas, tunas baru yang membawa calon bunga bermunculan. Yos memangkas sepanjang 30 cm dari setiap percabangan. Pemangkasan juga dilakuan setiap kali selesai panen. Setelah memangkas, importir buah itu menambahkan 2—3 kg pupuk kandang di bagian atas media. Itu berbarengan dengan penambahan NPK seimbang sebanyak 1 sendok makan. Lapisan pupuk lalu ditutup kembali dengan tanah liat. Selang sebulan, Yos menambahkan campuran KC1 dan KNO3 sebanyak 1 sendok makan. “Fungsinya merangsang bunga,” katanya. Saat bunga muncul, perlu penyerbukan bantuan agar tingkat keberhasilan menjadi buah lebih tinggi. Tanpa bantuan, pembuahan kurang sempurna. Buah yang dihasilkan berbentuk abnormal—misal kecil dan bengkok-bengkok. Itu lantaran kepala putik matang lebih dulu ketimbang benangsari. Makanya agar sempurna penyerbukan perlu dibantu. Cara yang lazim dilakukan dengan mengoleskan serbuksari dari satu bunga ke kepala putik di bunga lain menggunakan kuas. Bisa juga dengan cara ditiupkan. Supaya putik mudah dioles, seludang bunga pembungkus putik dibuka lebih dulu. Ciri putik siap kawin berlendir. Daripada repot, Yos menyandingkan new varietas dengan srikaya lokal sehingga terjadi penyerbukan silang. Buah yang muncul kemudian diseleksi. Hanya buah yang terlihat normal yang dipertahankan. Tujuannya supaya ukuran buah maksimal dan tanaman tidak kelelahan “menyuapi” banyak buah. Bila terlalu banyak “menggendong” buah, tanaman bakal mati kehabisan tenaga. Tryman malah membuang semua pentil pada 2 musim pertama. Itu supaya tanaman lebih produktif musim berikutnya. Pembungkusan untuk menghindari lalat buah New varietas relatif tahan hama dan penyakit. Musuh utamanya kutu putih dan ulat daun. Pencegahan dilakukan dengan menyemprotkan insektisida dan membungkus buah. Tryman menggunakan campuran insektisida berbarengan dengan pupuk daun—sesuai dosis—setiap 2 minggu. Yos menyemprotkan insektisida setiap bulan. Buah dibungkus ketika seukuran bola pingpong. Tiga bulan sejak bunga muncul, buah matang dan siap dinikmati. Setelah itu jangan lupa untuk mengulang perlakuan seperti awal: terutama pemupukan. “Ibarat seorang ibu setelah melahirkan, tenaganya habis terkuras. Jadi perawatan harus intensif,” tutur Prakoso.

References

PPPPTK Pertanian. http://p4tkpertanian.kemdikbud.go.id/v1/index.php?page=informasi&id=86. Accessed 1 Dec. 2021.

Procedure of Planting Sugar Apple (Srikaya) Seeds in Pot / Home Yard | Andra Farm. https://www.andrafarm.co.id/_andra.php?_i=0-tanaman-kelompok&_en=ENGLISH&topik=penanaman&kelompok=Srikaya. Accessed 1 Dec. 2021.

Novasari, Amalinda Mega, and Retno Sasongkowati. “The Effect of Sugar Apple (Annona Squamosa L.) Seeds Solution as an Insecticide Against Mortality of Aedes Aegypti Mosquito with Liquid Electric Method.” JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN, vol. 9, no. 2, 2017, pp. 200–08. e-journal.unair.ac.id, https://doi.org/10.20473/jkl.v9i2.2017.200-208.

Browsing Department of Agrotechnology by Title. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/200/browse?rpp=20&sort_by=1&type=title&offset=399&etal=-1&order=ASC. Accessed 1 Dec. 2021.

Setiono, Danang, et al. “Identifikasi Morfologi Aksesi Srikaya (Annona squamosa) di Gedangsari Gunungkidul.” Agrosains : Jurnal Penelitian Agronomi, vol. 15, no. 2, Sept. 2013, pp. 32–35. jurnal.uns.ac.id, https://doi.org/10.20961/agsjpa.v15i2.18994.

Published

13-08-2017

Issue

Section

Articles